Saturday, January 4, 2014

TERI BAJAK DALAM KEMASAN

Ini dia penampakan Teri Bajak Medan dalam kemasan. Selain pas buat dijadikan oleh-oleh kuliner dari kota Medan, juga sesuai untuk kebutuhan praktis rumah tangga, anak kost/asrama/pesantren dan juga traveller. Kemasan plastic zip lock dan ketahanan produk hingga 1 bulan dapat menjadi teman perjalanan Anda jika rindu dengan tanah kelahiran Indonesia khususnya kota Medan.

Produk kami tidak menggunakan bahan pengawet, MSG, diolah secara tradisional.
Teri Bajak Medan bisa Anda dapatkan dengan harga Rp. 30.000/150gr (bungkus) untuk ke-4 varian yang telah tersedia :
1. Teri Nasi/Teri Medan + sambal
2. Teri Nasi/Teri Medan + sambal + kacang
3. Teri Belah + sambal
4. Teri Belah + sambal + kacang


It's zip lock, it's safe and hygienic...

Kemasan 150gr : Rp. 30.000

Kemasan 150gr : Rp. 30.000

Kemasan 150gr : Rp. 30.000






LIPUTAN LINTAS SUMUT - MNC TV SUMUT (SCREENED Des 23rd, 2013)
TERI BAJAK MEDAN (KULINER)
REP/KAM       : UTI
LOKASI           : MEDAN
TGL LIPUTAN : DESEMBER 2013


MEDAN – TERI BAJAK MEDAN, OLEH-OLEH KULINER KHAS MEDAN

(PKG)
KOTA MEDAN/ MEMILIKI BEBERAPA PILIHAN OLEH-OLEH KHAS/ YANG DIGEMARI MASYARAKAT// SEBUT SAJA DIANTARANYA/ BIKA AMBON ATAU BOLU GULUNG// SELAIN ITU/ IKAN TERI JUGA SANGAT DIMINATI SEBAGAI PRODUK OLEH-OLEH// TERUTAMA IKAN TERI MEDAN// IKAN TERI YANG MENGANDUNG ZAT KALSIUM YANG TINGGI INI/ MEMILIKI CIRI KHAS WARNA YANG LEBIH PUTIH/BERSIH/ DAN HALUS SEPERTI BUTIRAN NASI// OLEH KARENANYA/ IKAN TERI MEDAN JUGA DIKENAL DENGAN NAMA IKAN TERI NASI//

SAAT INI/ ANDA DAPAT LANGSUNG MENIKMATI IKAN TERI MEDAN/ TANPA HARUS REPOT MENCARINYA / KE PASAR TRADISIONAL// ADALAH WINDI SEPTIA DEWI/ PENGUSAHA MUDA  ASAL MEDAN/ YANG MENGOLAH SAMBAL IKAN TERI MEDAN/ DAN DIPASARKAN DI DALAM KEMASAN// SEHINGGA SANGAT SESUAI UNTUK DIJADIKAN OLEH-OLEH KHAS MEDAN//

PROSES PENGOLAHAN IKAN TERI MEDAN INI/ SANGAT MUDAH// BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN PUN SANGAT FAMILIAR// SEPERTI IKAN TERI/ CABAI MERAH/ CABAI RAWIT/ BAWANG PUTIH/ KACANG TANAH/ DAN LAINNYA// ISTIMEWANYA/ DI ZAMAN YANG SERBA MODERN INI/ WINDI TETAP MEMPERTAHANKAN PENGOLAHAN SECARA TRADISIONAL// SAMBAL YANG DIHASILKAN DARI CABAI MERAH DAN RAWIT INI/ DIULEK SECARA TRADISIONAL/ DAN BUKAN MENGGUNAKAN ALAT BLENDER//


SETELAH IKAN TERI DI GORENG DAN DITIRISKAN/ TAHAP SELANJUTNYA ADALAH MENCAMPUR IKAN TERI DENGAN SAMBAL/ DAN KACANG/ SESUAI PERMINTAAN KONSUMEN// PRODUK OLEH-OLEH KHAS MEDAN INI/ DIJUAL DALAM BEBERAPA VARIAN// DIANTARANYA IKAN TERI MEDAN ATAU TERI NASI/ TERI BELAH/ JUGA TERSEDIA TERI YANG DICAMPUR DENGAN KACANG TANAH// SEMENTARA ITU/SAMBAL YANG DIGUNAKAN JUGA ADA DUA PILIHAN/ SAMBAL CABAI MERAH DAN CABAI RAWIT//

(WAWANCARA)

WALAUPUN PRODUK OLEH-OLEH INI MASIH DIPASARKAN SECARA ONLINE/ NAMUN PEMINATNYA TELAH SAMPAI KE LUAR PULAU SUMATERA/ BAHKAN HINGGA KE LUAR NEGERI// UNTUK HARGA/ TERI BAJAK MEDAN INI DIJUAL DENGAN HARGA 30.000 RUPIAH PER BUNGKUS NYA//





[Artikel ini dikutip dari Harian SINDO/Seputar Indonesia, edisi 4 Oktober 2013]

Kiprah Windi Septia Dewi, Pemilik Teri Bajak Medan - Berkat Sosial Media, Sukses Dalam Waktu Singkat

Teri Medan cukup dikenal masyarakat hingga di luar Sumatera Utara (Sumut). Kini, teri Medan sudah menjadi oleh-oleh khas Kota Medan. Usaha ini pula yang dibidik Windi Septia Dewi, 22, dengan mengemas teri Medan dalam berbagai varian rasa dengan nama Teri Bajak.

Uniknya, dia sukses menjajal bisnisnya dalam waktu singkat. Usaha Teri Bajak boleh dibilang baru seumur jagung. Windi memulainya baru sejak 17 Juni lalu. Namun, perkembangannya luar biasa. Walaupun pada bulan pertama Windi hanya mampu menjual sebanyak 21 bungkus dengan kemasan 150 gram, tetapi dalam hitungan empat bulan, dia sudah mampu menjual hingga 350 bungkus.

“Alhamdulillah, September lalu saya sudah menjual sebanyak 350 bungkus. Pembelinya ada yang dari Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta,” ujar anak pertama dari dua bersaudara ini. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Sumatara Utara (USU) ini memang awalnya tak menyangka usaha yang dirintisnya bakal secepat ini diterima pasar.

Maklum, sebelumnya dia pernah berbisnis pakaian bersama teman-temannya, tapi tak berjalan mulus. “Mudahmudahan usaha teri ini bisa berjalan panjang,” ujarnya. Windi merintis usaha Teri Bajak berawal dari banyaknya teman-teman di event organizer( EO) yang berasal dari Jakarta yang ingin membeli teri Medan. Dari permintaan teman-temannya inilah muncul ide untuk membuat usaha teri yang dikemas dengan berbagai varian rasa dan menarik.

“Windi kansuka nge-MC juga, jadi banyak teman-teman EO dari Jakarta yang minta teri Medan. Dari sanalah muncul ide untuk membuat usaha ini,” ucapnya. Dibantu mama tercinta, Masrukiah Simanjuntak, Windi pun mulai membuat teri Medan dengan berbagai varian rasa, seperti rasa cabai rawit, sambal cabai merah, dan teri campur kacang. “Setelah dimasak sama mama, saya foto-foto dan menyebarkannya ke sosial media.

Awalnya saya tak menyangka bisa cepat mendapatkan respons dan langsung dari Jakarta ada yang memesan sebanyak 12 bungkus. Dari sanalah mulai mencari kemasannya juga merek sendiri,” ujar presenter program Jalan Nyasar di Deli TV ini. Untuk merek sendiri, Windi mendapatkannya secara kepepet. Berhubung sudah ada konsumen, mau tidak mau dia harus segera punya brandsendiri. ”Awalnya bingung mau dibuat nama apa, tapi karena Windi tinggal di Jalan Bajak V, jadinya buat merek Teri Bajak saja.

Lama- lama, pas searching-searchingdi internet ternyata ada juga Sambal Bajak, jadi brand-nya seperti pas, karena saya menjual sambal teri Medan,” kata perempuan berjilbab ini. Usahanya ini dipromosikan melalui sosial media, seperti di Twitter,@teribajakmedan; Line, teribajak; di Instagram, teribajakmedan; dan di Facebook,teri bajak medan. Saat ini ada juga yang dititip digerai-gerai, seperti Swalayan Taman Setia Budi Indah dan Foodcourt Kaswari.

Ke depannya, perempuan kelahiran Medan, 29 September 1991 ini ingin sekali mensejajarkan Teri Bajak Medan sebagai buah tangan khas Kota Medan, sehingga kalau orang luar datang ke Medan tidak hanya membeli Bika Ambon ataupun Bolu Meranti, tapi juga membeli Teri Bajak. “Inginnya punya gerai oleh-oleh khas Kota Medan. Meskipun mama berkeinginan saya tetap menjadi seorang PNS, keinginan menjajal bisnis itu cukup kuat dalam diri saya,” tandasnya. 

LIA ANGGIA NASUTION
Medan